JAKARTA - Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) I
Ketut Mardjana mengklaim memiliki alat pendeteksi barang yang biasa
disebut X-ray di beberapa bandara di Indonesia. Alat pendeteksi tersebut
berfungsi untuk mendeteksi barang-barang ataupun paket mencurigakan.
PT Pos pun menempatkan pegawainya di tempat X-ray tersebut. Adapun petugas PT Pos, diakui Ketut, memiliki kewenangan untuk membongkar isi paket jika paket tersebut dinilai mencurigakan.
"Ya kalau paket itu mencurigakan ya langsung dibongkar, ada kewenangan itu," ujar Ketut, di Jakarta, Minggu (27/1/2013).
Menurutnya, dari hasil deteksi tersebut pernah ada paket berisi bom rakitan yang berhasil digagalkan PT Pos.
"Ada kiriman yang terdeteksi, dengan x-ray, kita menggagalkan. Dulu malah ada di dalam jaket. Kesigapan kita diperlukan," tegasnya.
Sebelumnya, PT Pos diketahui berhasil menemukan kotak kardus ukuran 25 x 25 seberat tiga kilogram (kg) yang dicurigai sebagai paket bom rakitan di Bandara Soekarno-Hatta.
"Sesuai prosedur keamanan, jika ada paket mencurigakan harus dilaporkan karena itu harus dilaporkan ke pihak berwajib," kata Manager Traffic Pos Indonesia Triyono. (ade)
PT Pos pun menempatkan pegawainya di tempat X-ray tersebut. Adapun petugas PT Pos, diakui Ketut, memiliki kewenangan untuk membongkar isi paket jika paket tersebut dinilai mencurigakan.
"Ya kalau paket itu mencurigakan ya langsung dibongkar, ada kewenangan itu," ujar Ketut, di Jakarta, Minggu (27/1/2013).
Menurutnya, dari hasil deteksi tersebut pernah ada paket berisi bom rakitan yang berhasil digagalkan PT Pos.
"Ada kiriman yang terdeteksi, dengan x-ray, kita menggagalkan. Dulu malah ada di dalam jaket. Kesigapan kita diperlukan," tegasnya.
Sebelumnya, PT Pos diketahui berhasil menemukan kotak kardus ukuran 25 x 25 seberat tiga kilogram (kg) yang dicurigai sebagai paket bom rakitan di Bandara Soekarno-Hatta.
"Sesuai prosedur keamanan, jika ada paket mencurigakan harus dilaporkan karena itu harus dilaporkan ke pihak berwajib," kata Manager Traffic Pos Indonesia Triyono. (ade)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar